Sedikit kata

Semua Akan Indah Pada Waktunya

--9 Agustus 2019--
Showing posts with label Kisah Inspirasi. Show all posts
Showing posts with label Kisah Inspirasi. Show all posts

07 November, 2016

Hasil gambar untuk tidur & sholatManusia membutuhkan energi untuk hidup. Setiap aktifitasnya selalu membutuhkan energi. Energi yang dibutuhkan untuk setiap aktifitas yang berbeda tentu akan berbeda. Aktifitas tidur, duduk, berdiri, berjalan, sampai berlari membutuhkan energi yang jumlahnya berbeda.
Sebuah penelitian menyebutkan bahwa kebutuhan energi untuk tidur adalah 0,1 kkal/kg BB/jam. Artinya bahwa dengan berat badan 1 kg dalam waktu satu jam orang membutuhkan energi sebesar 0,1 kkal untuk tidur. Sebagai contoh, orang dengan berat badan 50 kg tidur selama 1 jam maka dia membutuhkan energi sebesar 5 kkal. Apabila orang tersebut tidur selama 10 menit maka energi yang dibutuhkan sebesar 0,8 kkal.
Sedangkan energi yang digunakan untuk melakukan shalat adalah sebesar 0,6 kkal/kg BB/jam. Orang yang sama ketika melakukan shalat selama 10 menit maka dia membutuhkan energi sebesar 5 kkal.
Secara matematika, energi yang digunakan untuk shalat lebih besar dari pada tidur ketika waktu yang digunakan untuk shalat dan tidur sama. Namun bukan alasan tersebut yang menjadikan kita lebih memilih untuk tidur dibandingkan shalat. Yang perlu kita lihat bahwa tidur yang merupakan aktifitas beristirahat pun ternyata membutuhkan energi.  
Apakah pantas jika kita lebih memilih tidur dari pada shalat, padahal Allah telah memberikan energi untuk kita?
Apakah pantas jika kita lebih memilih tidur dari pada shalat, padahal tidur dan shalat sama-sama membutuhkan energi.
Apakah pantas jika kita lebih memilih tidur dari pada shalat? Padahal shalat adalah kewajiban kita sebagai muslim.
Hal yang paling baik adalah kita bisa menggunakan energi sesuai dengan porsinya. Gunakan energi dengan bijak. Jangan kita gunakan energi untuk sesuatu yang tidak bermanfaat, bahkan sampai meninggalkan shalat. Bahkan dalam adzan subuh disebutkan bahwa shalat lebih baik dari pada tidur.
Kita perlu merenungkan hal ini. Semoga kita dimudahkan untuk beribadah kepada Allah sebagai hambanya yang mampu mensyukuri setiap energi yang telah Dia berika kepada kita.
Sebenarnya tidak patut apabila kita membandingkan antara tidur dengan shalat. Karena memang kedua aktifitas ini sangatlah berbeda. Tidur merupakan aktifitas relaksasi segala kerja otot. Sedangkan ketika shalat otot masih tetap bekerja. (uyadhuha)

Sumber rujukan http://server1.docfoc.com/uploads/Z2016/01/26/QxQkMpAm1H/document.pdf

06 September, 2016

Sering kita mendengar bahkan mengucapkan tentang prioritas. Memang mudah untuk mengatakannya. Bahkan teori mengenai prioritas telah kita pahami. Prioritas adalah sesuatu yang didahulukan dan diutamakan daripada yang lain. 
Namun sering kita susah untuk mempraktekannya. Sudah tau kita memiliki kebutuhan, eh harus kalah dengan keinginan. Memang keinginan bisa menjadi ruh dalam berjuang mengarungi hidup. Tapi jika mengesampingkan kebutuhan akan menjadikan kita celaka.
Berpikirlah beberapa kali untuk memutuskan sesuatu yang berhubungan dengan kebutuhan dan keinginan. Manakah yang harus diprioritaskan. Mengajak pasangan untuk berdiskusi mengenai hal tersebut rasanya mampu untuk menyelesaikan permasalahan. Semoga tidak terjerumus dalam lembah ingin yang mengesampingkan kebutuhan. 
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sebenarnya penulis sedang dibingungkan dengan pilihan antara kebutuhan dan keinginan. Padahal sih ingin banget. hehe..
Semoga saja lain kali memiliki uang yang buaaaannnyyyyaaaakkkk sehingga keinginan dan kebutuhan dapat beiringan. Amin.

22 August, 2016

Selamat pagi raga
Bagaimana kabarmu hari ini?
Taukah dirimu?
Temanmu tak selamanya menemanimu?
Dia hanya menemanimu selama hidupmu
Bekerja sama menjalaninya
Hingga sang pencipta memisahkan

Hai raga
Taukah kamu?
Temanmu menanggung tingkahmu di dunia
Mempertanggung jawabkannya
Menerima setiap siksa karenamu

Tegakah dirimu?
Perbaikilah segala amalmu
Masa itu sangat dekat dengan dirimu
Sekarang, nanti, atau lusa
Tidak ada yang tahu



Terngiang atas kematian siswi SMA N 5 Magelang
21 Agustus 2016, 13.30 wib
Saudari Yuyun Tri Anjarri
Member Perpustakaan 140058

11 April, 2016

Mungkin kebanyakan orang menganggap sebelah mata tentang pustakawan. Pustakawan merupakan orang buangan ataupun orang yang tidak memiliki kompetensi yang mumpuni untuk ditempatkan di tempat lain selain di perpustakaan. Kenapa bisa demikian? Pandangan awal yang dapat saya lihat adalah karena (menurut mereka) perpustakaan bisa dikelola oleh siapapun orangnya tanpa memerlukan kecakapan khusus. Pekerjaan pustakawan sama dengan pekerjaan petugas kebersihan yang tentu siapapun bisa melakukannya. 
Padahal ini tidak benar. Lihat saja perpustakaan saat ini, terutama di perpustakaan sekolah. Betapa banyaknya sekolah yang tidak memiliki perpustakaan yang sesuai dengan standar yang telah ditentukan oleh Perpusnas. Perpustakaan seperti benda mati. Petugasnya tidak memiliki semangat dalam memajukan perpustakaan yang hingga pada akhirnya pihak sekolah juga tidak peduli dengan perpustakaan. Barangkali karena ketidak tahuan mereka harus diapakan perpustakaan yang mengakibatkan mereka frustasi dan akhirnya acuh tak acuh dengan pekerjaannya. 
Pandangan seperti inilah yang perlu kita hilangkan! Semangat sebagai pustakawan perlu kita gelorakan! 
Pengalaman saya bekerja, tidak sedikit saya mendapati pandangan orang yang tidak baik terhadap saya. Ya tentunya karena saya kuliah dijurusan perpustakaan. Bisa jadi mereka menganggap apa sih yang bisa saya kerjakan. Perkembangan apa yang nanti akan terjadi setelah saya bekerja di perpustakaan? 
Saya sudah menduga sebelumnya tentang hal ini. Oleh karena itu, tekad dan semangat untuk menunjukkan siapa itu pustakawan sebenarnya.  
Awalnya saya bertekad untuk menjadikan perpustakaan tempat saya bekerja terotomasi. Walaupun sebenarnya pada saat itu perpustakaan belum memiliki komputer yang bisa digunakan untuk menginstall aplikasi. Akhirnya saya merelakan laptop pribadi untuk mendata semua koleksi perpustakaan. Pendataan selesai kurang lebih 10 bulan dan dilanjutkan dengan pemberian label dan barcode. Hingga semua koleksi buku selesai dan siap dilayankan pada tahun ajaran berikutnya. Kira-kira setahun setelah saya masuk kerja.  

Tampilan Otomasi Perpustakaan

Melihat kerja keras saya, ternyata pihak sekolah menghargai kerja saya dan kemudian dibelikan Komputer baru untuk instalasi aplikasi. Saya lanjutkan dengan pendataan anggota dan pembuatan kartu anggota menggunakan Kertas PVC. Belajar terus agar bisa membuat kartu anggota. Peralatan yang apa adanya dimiliki sekolah saya gunakan. Bentuk kartu pun belum bagus seperti wajarnya kartu anggota yang menggunakan kertas PVC. Pemotongan kartu masih menggunakan mesin manual pemotong kertas. Sudut-sudut kartu menjadi tajam. Printer masih menggunakan printer seadanya sehingga kualitas gambar juga seadanya. 
Penambahan fitur peminjaman dengan cara peminjaman mandiri pun saya ajukan. Pengenalan kepada atasan mengenai kelebihan dan kekurangan dilakukan. Akhirnya atasan menyetujui dan melengkapi segala kebutuhan yang diperlukan untuk peminjaman mandiri tersebut.
Melihat keadaan tersebut, atasan memiliki ide-ide yang mendukung apa yang telah saya lakukan. Sarana dan Prasarana dipenuhi dan hingga pada akhirnya saat ini, kartu pelajar dijadikan satu dengan kartu anggota perpustakaan dan dibuat di perpustakaan. Peminjaman mandiri juga dapat diaplikasikan di perpustakaan. 
Beberapa hal tersebut menjadi loncatan yang bagus untuk perpustakaan. Betapa pihak sekolah telah menghargai dan mengerti bahwa pustakawan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kemampuannya mampu mengubah pandangan sebelumnya terhadap pustakawan dan perpustakaan. Kepercayaan mereka terhadap pustakawan meningkatkan semangat mereka untuk turut memajukan perpustakaan. Perbaikan gedung perpustakaan yang awalnya 1 lantai menjadi 2 lantai. Penambahan sarana dan prasarana serta koleksi dilakukan untuk memajukan perpustakaan. 
Jadi pada intinya, sebagai pustakawan kita harus bisa menunjukkan kemampuan kita walaupun dengan segala keterbatasan yang dimiliki. Komunikasi yang baik terhadap atasan perlu dilakukan dan ditingkatkan. Serta pustakawan harus mampu bermimpi dan memiliki semangat untuk mewujudkan mimpi tersebut.
--------------------------------
Pada kesempatan mendatang akan saya ceritakan mengenai keadaan perpustakaan dari segi Sumber Daya Manusia ditempat saya bekerja. Tantangan pustakawan mengahapi SDM di perpustakaan yang ternyata SDM tersebut tidak memiliki kompetensi dalam mengelola perpustakaan. 

19 May, 2015

1995, di sela-sela terbang perdananya Gatot Kaca


“Pak, haruskah aku mengubah negeri ini?”

Bapak tersenyum, masih kuingat senyum itu, sampai saat ini, sampai aku menulis ini.

“Tentu saja, Nak, membawa perubahan adalah kewajiban seorang muslim, jauh dari itu perubahan itu sendiri adalah keniscayaan. Jadi, kalau bukan kita yang memimpinnya, akan ada orang di luar sana yang akan melakukannya.”

“Tapi, Pak, bukankah jika perubahan itu, perpindahan keadaan itu dilakukan oleh orang di luar sana, niatnya sudah tidak suci lagi?”

Bapak agak terkejut mendengar pertanyaanku, namun segera ia sumringah kemudian.

“Nak, ingatlah ini nasihat, siapa bersungguh-sungguh ia yang akan mendapat. Tak peduli apapun motivasinya, niatannya, karena Allahkah atau yang lain. Lihatlah hadits Rasulullah tentang hijrah, siapa yang hijrah karena ingin Ridha dari Allah akan mendapatkannya, kalau hijrahnya untuk dunia, ia pun akan mendapatkannya.”

“Baiklah, Pak, dengan tangan ini aku akan pimpin perubahan itu, hijrah itu.”

“Semangatmu baik, Nak, hanya kau jangan lupa bahwa perubahan itu tidak cukup dibawa satu orang, ia harus bersama-sama, ada ke-kita-an.”

“Aku tidak mengerti Pak.”

“Cobalah kau baca lagi fragmen kisah hijrahnya Nabi Musa AS. dan Nabi Muhammad SAW. Ketika di pinggir Laut Merah, saat tentara Fir’aun sudah mulai mendekat,, Bani Israel mengadu kepada Nabi Musa bahwa mereka akan tertangkap. Apa jawab Nabi Allah ini, dia berkata, tenang itu tidak akan terjadi, Tuhanku bersamaku. Kemudian, coba kita beralih pada saat Rasulullah SAW. berada di dalam Gua Tsur yang berada di pinggiran kota Mekkah. Saat itu, Abu Bakar ra. sudah begitu cemasnya karena para kafir musuh-musuh Allah sudah ada beberapa meter saja dari mereka. Apa reaksi dari Rasulullah, dia tenang mengucapkan, jangan takut jangan bersedih, Allah bersama kita”.

(Surat Cinta Untuk Ayah Bunda/ Muhammad Akhyar)