Sedikit kata

Semua Akan Indah Pada Waktunya

--9 Agustus 2019--
Showing posts with label Perpustakaan. Show all posts
Showing posts with label Perpustakaan. Show all posts

25 October, 2017

Latar Belakang

Sebelumnya saya mau cerita mengenai sering kehilangannya barang perpustakaan ketika dipinjam oleh siswa. Barang yang sering dipinjam siswa misalnya pulpen, penggaris, gunting dan lainnya. Bukan barang yang mahal sih sebenarnya, tapi ketika saya mau menggunakannya dan ternyata barang yang saya butuhkan tidak ada karena hilang akibat dari tidak dikembalikannya barang tersebut oleh siswa yang meminjam, tentu akan sangat mengganggu kerja saya. 

Dilematis memang ketika ada siswa yang membutuhkan barang yang dimaksud untuk pembelajaran. Fungsi perpustakaan salah satunya adalah fungsi edukatif, yaitu mendukung proses belajar mengajar siswa. Bagaimana mungkin saya akan bilang bahwa perpustakaan tidak meminjamkan pulpen, penggaris, atau ATK (Alat Tulis Kantor) lainnya, sedangkan mereka membutuhkannya untuk pembelajaran. Namun apabila saya pinjamkan barang tersebut kepada mereka, siswa, terkadang siswa tidak memiliki niat yang baik untuk mengembalikan barang yang mereka pinjam, walaupun tidak semua, tapi ada yang seperti itu. Lha, buku yang mereka pinjam aja bisa hilang atau lupa untuk mengembalikan.

Dari keadaan tersebut, saya berpikir bagaimana agar peminjaman barang juga dapat dilakukan menggunakan SLiMS seperti peminjaman buku. Alhamdulillah saya menemukan plugin slims yang dibuat oleh Mas Drajat Hasan. Nama pluginnya "locker loan" yang dapat diunduh di https://slims.web.id/goslims. Sebenarnya plugin tersebut ditujukan untuk peminjaman locker tempat penitipan barang, seperti tas dan jaket, ketika memasuki perpustakaan. Lalu saya gunakan untuk peminjaman barang. Ya tentu ada sedikit perubahan dari segi tampilan agar sesuai dengan kebutuhan saya. Saya tidak merubah banyak, hanya nama-nama menu dan bentuk label yang agar sesuai. 
Cara pasangnya juga sudah ada dalam hasil unduhan plugin tersebut. Untuk data peminjam akan diambilkan dari data anggota perpustakaan. Jadi tidak perlu mengisi data anggota lagi, tapi hanya perlu mengisi data barang yang isiannya juga tidak banyak, hanya 4 kolom. 
Setelah mengalami beberapa penyesuaian maka tampilannya akan seperti gambar gambar dibawah ini.
Tampilan awal peminjaman barang
Pada gambar tersebut terlihat bahwa terdapat menu Peminjaman Barang di bagian atas. Kemudian di sebelah kiri terdapa macam-macam sub menu yaitu 'Daftar Jenis Barang", "Tambah Jenis Barang", "Daftar Barang", "Daftar Barang Dipinjam", "Mulai Sirkulasi", " Pengembalian Kilat", "Sejarah Peminjaman", dan "Cetak Label dan Barkode Barang".
Sekarang kita akan lihat per sub menu agar lebih jelas.

Daftar Jenis Barang dan Tambah Jenis Barang

Daftar Jenis Barang merupakan daftar secara luas dari jenis barang tersebut, misalnya penggaris, pulpen, dll.
Tampilan Daftar Jenis Barang
Kalau buku, daftar jenis barang dapat juga disebut data bibliografi. Terlihat pada gambar terdapat kolom Nama Jenis Barang, Nomor Barang, Lokasi Barang, Jumlah Barang, dan Terakhir Diubah.
Untuk menambah Jenis Barang maka dapat meng-klik menu Tambah Jenis Barang pada kanan atas atau pada sub menu sebelah kiri. Setelah diklik maka akan muncul tampilan seperti berikut,

Jenis barang dapat diisi misalnya penggaris
Nomor Barang misalnya 1,2,3 dst.
Lokasi Barang misalnya perpustakaan ruang kerja
Pola Kode misalnya "Pola" diisi "perpus"; "Dari" diisi "1"; "Ke" diisi "2" (apabila jumlah penggaris yang dimiliki 2 buah. Setelah disimpan maka akan muncul tampilan,



Selanjutnya untuk menambahkan barang pada jenis barang yang sama maka cukup dengan meng-klik simbol pulpen pada kolom Sunting. Sebagai contoh akan menambah penggaris karena beli lagi 1 buah. Akan muncul sama seperti gambar di atas lalu klik edit pada kanan atas atau bawah. Setelah itu pada bagian pola kode isikan seperti tadi diatas. Namun untuk Dari dan Ke diisi dengan nomor berbeda misalnya 3. Karena hanya 1 buah, maka cukup isikan pada kolom dari angka 3 dan kolom Ke juga angka 3.Setelah itu perbaharui.

Daftar Barang

Daftar barang hampir sama dengan daftar eksemplar kalau pada buku. Pada menu ini akan menampilkan barang secara terperinci. Lihat gambar di bawah,



Daftar Barang Dipinjam

Daftar ini menunjukkan barang yang masih dalam status dipinjam. Tampilannya adalah sebagai berikut,

Peminjaman

Pada menu peminjaman terdapat 3 sub menu yaitu Mulai Sirkulasi, Pengembalian Kilat dan Sejarah Peminjaman. 
Untuk melayani peminjaman maka silahkan klik Mulai Sirkulasi. Proses peminjaman sama dengan proses peminjaman buku yaitu dengan memasukkan kode anggota terlebih dahulu. Setelah itu akan muncul tampilan berikut,

Nah, masukkan saja kode barcode barang yang akan dipinjam. Setelah itu proses peminjaman telah tercatat di system. Daftar pinjamannya dapat dilihat pada Daftar Barang Dipinjam seperti di atas. 

Pengembalian kilat digunakan ketika barang yang dipinjam dikembalikan. Cukup ketikan kode barang maka akan mucul tampilan seperti di bawah yang menerangkan detail barang yang sudah dikembalika.



Sejarah Peminjaman merupakan informasi semua peminjaman yang pernah dilakukan oleh system.


Cetak Label dan Barcode Barang

Bagian ini digunakan untuk mencetak label dan barcode barang. Pencetakan bisa menggunakan printer inkject pada kertas HVS kemudian di laminating untuk digantung pada barang atau ditempel pada barang. 
Pertama pilih barang yang mau di print label dan barcode nya kemudian klik Tambahkan dalam Antrian, maka akan muncul seperti gambar diatas. Setelah itu klik Print Label for Selected Data, maka akan muncul popup seperti gambar dan siap untuk di print. 

Penutup

Demikian informasi yang dapat saya bagikan mengenai peminjaman barang menggunakan SLiMS. Terima kasih saya ucapkan kepada Developer SLiMS dan Mas Drajat Hasan atas karyanya. Semoga apa yang saya tulis ini bermanfaat dan bisa menjadi referensi kedepannya.




Ditulis ketika jam kerja sambil menunggu saat-saat dimana semuanya terasa menyenangkan
pada hari rabu tanggal dua puluh lima bulan oktober tahun dua ribu tujuh belas
jam setengah delapan sampai sembilan kurang sepuluh menit
di Perpustakaan SMA Negeri 5 Magelang

04 October, 2017

Ujian Nasional memang selalu menjadi momok bagi siswa dalam menentukan masa depan mereka. Bahkan guru juga ikut khawatir dengan hasil Ujian Nasional anak didik mereka, karena (katanya) menyangkut pada kredibilitas sekolah. Mungkin ada benarnya juga sih...
Sebagai bahan latihan agar hasil Ujian Nasional di tahun berikutnya, walaupun untuk siswa yang berbeda, menjadi lebih baik. Bisa mempelajari soal soal ujian nasional tahun sebelumnya.
Berikut ini saya tampilkan kumpulan soal Ujian Nasional SMA/MA Tahun Pelajaran 2016/2017. Semoga bermanfaat.

File di peroleh dari https://www.dropbox.com/sh/sp87gxw6s1ywsj7/AACiuAkipoeFH3XXzMkP904aa?dl=0 

24 March, 2017


Notepad++ merupakan aplikasi yang sering saya gunakan untuk mengedit php di windows. Tapi setelah saya mengganti server di ubuntu,, sekarang saya harus menggunakan ubuntu untuk mengedit php SLiMS yang saya gunakan untuk otomasi perpustakaan tempat saya bekerja.
Nah, saya menemukan ada aplikasi yang hampir sama dengan notepad++ yang dapat saya gunakan dengan fungsi yang hampir sama dengan notepad++, yaitu notepadqq.
Cara menginstallnya juga cukup mudah,, berikut caranya.

sudo add-apt-repository ppa:notepadqq-team/notepadqq
sudo apt-get update
sudo apt-get install notepadqq


demikian yang dapat saya bagikan, semoga bermanfaat.

19 January, 2017

Kejadian, kadang sering terjadi mysql error dan hal ini mengakibatkan saya deg-degan, hehe. Namun setelah beberapa kali mengalami hal yang sama, saya menjadi terbiasa dengan hal seperti ini. Kasusnya sama dengan orang jepang yang sering terkena bencana gempa bumi. Akhirnya mereka santai aja menghadapi bencana seperti itu.
Kali ini saya akan mencoba bagaimana cara untuk mengatasi hal ini. Sebenarnya ada cara yang mungkin bagi yang paham php cukup dengan melakukan sesuatu hal yang saya juga tidak tahu apa itu. hehe
Jadi, saya lebih memilih untuk melakukan install ulang aja lampp nya. Sadis kan???
Nah cara uninstallnya cukup mudah kok, hanya dengan mengetikan

$sudo /opt/lampp/uninstall

Setelah proses uninstall, maka selanjutnya cukup dengan install ulang aja lamppnya.
Saya memiliki lampp yang saya download di www.apachefriends.org. Saya pilih yang terbaru.
Karena filenya berekstensi .run maka cara installnya cukup dengan ketikkan berikut di terminal.
Pertama-tama masuk ke direktori tempat menyimpan file tersebut. Misal di Unduhan.
1. $sudo su
2. masukkan password root
3. $cd Unduhan
4. $chmod +x namafile.run
5. $./namafile.run

Tunggu proses kayak install di windows, cukup dengan next, next dan seterusnya hingga selesai.
Setelah itu tinggal menyesuaikan username dan password yang sesuai yang digunakan oleh database yang tadi kita gunakan sebelum di uninstall.. Gampang kan.

08 November, 2016

Semester 2 kemarin saya mendapatkan hal yang sangat berharga dari Mata Kuliah Filsafat Ilmu. Mata kuliah ini memberikan pandangan baru kepada saya mengenai apa itu perpustakaan sebagai ilmu. Dengan adanya filsafat dalam ilmu perpustakaan, akan memeberika ruh kepada kita dalam mengerjakan setiap pekerjaan di perpustakaan.
Ini salah satu tugas kuliah yang saya anggap jauh dari kata sempurna. Kenapa? Hal ini dikarenakan apa yang saya pahami tentang artikel yang telah diberikan ternyata beda dengan yang dosen pahami. Hmm yang penting saya telah berusaha. Terima kasih kepada Aswi Malik yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk belajar bersama saya dalam memahami artikel ini.
Berikut ini adalah tampilan presentasi saya dengan Aswi. 

Sedangkan berikut ini adalah pemahaman kami yang kami tuangkan dalam sebuah makalah sebagai tugas.

31 October, 2016

Pemimpin merupakan seseorang yang memiliki kemampuan mempengaruhi orang lain agar melakukan sesuai denga yang dikehendaki (visi-misi). Pemimpin harus memiliki tujuan kedepan mengenai apa yang dia pimpin. Tujuan ideologis bisa saja ikut terbawa dalam setiap keputusan yang ia ambil.
Pemimpin di perpustakaan harus memiliki tujuan seperti apa perpustakaan dimasa yang akan datang. Ideologi pemimpin, menurut saya, mempunyai pengaruh terhadap keputusan pengadaan koleksi yang diambil. Pengadaan koleksi, bisa jadi, menjadi tidak netral. Pemimpin lebih mengutamakan pengadaan koleksi yang cocok dengan ideologinya.
Hal ini akan mengakibatkan ketimpangan informasi yang dimiliki oleh perpustakaan. Bukan tidak mungkin, bahwa pemustaka akan terpengaruh ideologi dari koleksi perpustakaan yang mereka baca.

Sedikit tulisan di atas menunjukkan kepada kita bahwa pemimpin di perpustakaan memiliki hak untuk memutuskan sesuatu, seperti pengadaan koleksi, yang akan memiliki akibat yang sangat besar. Oleh karena itu, memilih pemimpin bukan perkara yang remeh, tetapi harus dipilih dengan berbagai kajian yang mendalam terhadap orang yang akan dijadikan pemimpin.

17 May, 2016


Bagaimana dengan nasib perpustakaan?

Perkembangan gadget kini mengakibatkan banyak orang atau lembaga yang membuat aplikasi yang memiliki kemampuan yang memungkinkan pengguna gadget untuk memperoleh buku dan membacanya melalui gadget. Aplikasi tersebut ada yang berbayar ataupun gratis.
Untuk pengguna android tentu banyak yang tahu mengenai aplikasi "Google Play Book". Dengan aplikasi ini kita dapat membaca buku baik yang gratis maupun berbayar. Lalu adalagi aplikasi yang dikeluarkan oleh Indosat Ooredoo yaitu Bookmate yang menyediakan hampir 500.000 buku yang kebanyakan tersedia secara gratis. adalagi Amazon Kindle dengan fitur yang sama. 
Begitu mudahnya orang untuk memperoleh bacaan hanya dari genggaman. 
Bagaimana dengan perpustakaan? Perpustakaan perlu berbenah dan mau tidak mau harus mampu menyediakan koleksi secara elektronik seperti yang dilakukan oleh aplikasi seperti di atas. Mungkin tidak mudah dan juga berhubungan dengan hak cipta. 
Perpustakaan harus melayani secara gratis kepada pengguna. Mungkin ini yang menjadikan perpustakaan susah untuk melangkah. Semoga ada kebijakan yang bersahabat kepada perpustakaan agar menjadi lebih baik dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

09 May, 2016

Perpustakaan sekolah mulai berkembang setelah Undang - Undang No 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan disahkan. Pustakawan mulai memiliki tempat yang layak dalam memperoleh pekerjaannya. Sekolah-sekolah mulai mewajibkan diri untuk memiliki minimal 1 pustakawan. 
Perpustakaan sekolah yang dikelola oleh pustakawan tentu akan mampu berkembang. Khususnya dalam sistem pengolahan. Sistem pengolahan terotomasi menjadi pilihan pertama bagi perpustakaan sekolah agar dapat dikatakan telah menjadi perpustakaan yang baik. Pustakawan dituntut untuk menguasai hal tersebut.
Namun alangkah sedihnya setelah kita tahu bahwa perkembangan teknologi begitu cepat. Perpustakaan yang telah terotomasi dengan sistem A, ternyata dkemudian hari telah kuno. 
Sebagai contoh adalah peminjaman mandiri atau Shelf Check.
http://perpustakaan.umk.edu.my/iportal/images/selfcheck3.jpg
Di Sekolah, layanan ini merupakan layanan yang baru. Bahkan di kota Magelang hanya satu sekolah yang telah menerapkan sistem layanan peminjaman mandiri. Namun setelah melihat lebih luas lagi hingga tingkat perguruan tinggi, ternyata peminjaman mandiri menjadi sesuatu yang biasa saja. Bukan merupakan hal yang baru lagi. Apalagi kalau kita melihat lebih luas lagi sampai ke negara lain. Tentu tidak ada apa-apanya apa yang telah dilakukan oleh perpustakaan sekolah tersebut. 
Teknologi yang terus berkembang, biaya pun harus disiapkan untuk mengikuti perkembagannya. Padahal perpustakaan bukan merupakan lembaga profit yang hanya mengandalkan subsidi dari lembaga di atasnya (sekolah) yang belum tentu dapat menutup segala kebutuhan perpustakaan.
Hal baru di suatu tempat ternyata tidak pasti menjadi sesuatu yang baru di tempat lain. Bahkan bisa jadi malah sesuatu yang telah lama/ usang. Oleh karena itu, kita sebagai pustakawan yang memiliki kewajiban untuk mengembangkan perpustakaan harus terus belajar dan berinovasi. 
Namun dengan semangat memperbaiki dengan karya, pustakawan harus mampu menjadikan perpustakaan lebih dari hanya sekedar perpustakaan (more thar just a library)


Pustaka Unsyiah


02 May, 2016

https://elementarylibrarian.com/wp-content/uploads/2014/03/school_lib_social_media.png
Tidak banyak yang mengerti/ tahu mengenai pekerjaan apa saja yang dilakukan oleh pustakawan. Hingga sering kali ada yang menganggap bahwa pustakawan itu enak. Kerjanya cuma duduk di depan komputer lalu internetan. 
Nih saya beritahu sedikit tentang apa sih sebenarnya pekerjaan pustakawan itu. Sebenarnya pekerjaan pustakawan tidak jauh dari pengelohan buku/ koleksi. Tapi itu dulu, sekarang dengan adanya perkembangan teknologi, pustakawan dituntut lebih dari hanya sekedar mengolah buku, lalu melayankan dan kemudian menaruh lagi buku yang telah dikembalikan ke rak (shelving). Namun paradigma  baru yang muncul adalah bahwa pustakawan itu sebagai pengelola informasi. 
Informasi bentuknya bermacam-macam, bisa buku, internet, brosur, e-book, dan masih banyak lagi. Padahal kita tahu bersama bahwa informasi berkembang begitu cepat dan tak dapat dikontrol oleh siapapun. Disinilah peran pustakawan. Pustakawan membantu pemustaka (pengguna) untuk memperoleh informasi yang mereka butuhkan. 
Mungkin banyak dari kita yang mencoba untuk mencari informasi melalui google, namun apakah yakin bahwa informasi yang kita dapatkan itu berasal dari sumber yang terpercaya? Pustakawan mampu untuk memberikan informasi dari sumber yang terpercaya tersebut. Misalnya dari jurnal, website resmi atau blog resmi dari penulis yang memang mempunyai kompeten dibidangnya. 
Untuk memperoleh informasi yang baik tersebut, tentu pustakawan harus mencari dan memilih nya dengan cara melakukan browsing di internet.
Lalu mengenai media sosial. Kita tahu bahwa informasi berkembang pesat justru melalui media sosial. Hingga pada akhirnya media sosial itu menjadi hal wajib yang harus dimiliki dan dibuka oleh setiap orang. Misalnya akun twitter yang sering digunakan oleh orang-orang penting yang berada di pemerintahan. Untuk mengetahui informasi mengenai kenegaraan/ pemerintahan dari perspektif perseorangan atau lembaga tentu twitter menjadi alat yang sangat tepat. Bahkan kita bisa memberikan masukan dan kritik kepada orang tersebut. 
Media sosial juga menjadi alat yang paling ampuh untuk melakukan promosi. Hampir setiap orang di Indonesia terhubung menggunakan media sosial. Dalam hal ini, apabila pustakawan melakukan promosi tentang perpustakaannya, dapat dipastikan akan lebih banyak dan jauh jangkauan yang dapat diraih. Hal ini akan lebih efektif, walaupun promosi secara konvensional juga harus tetap dilakukan. 
Itu mungkin alasan mengapa pustakawan sebagai pengelola informasi harus selalu terhubung dengan internet dan media sosial.
Pekerjaan yang dilakukan pustakawan tersebut memang belum sepenuhnya dapat menjawab harapan dari pengguna mengenai layanan yang seharusnya dilakukan oleh perpustakaan. Namun dengan semangat berkarya, tentunya pustakawan ingin menjadi perpustakaan menjadi lebih dari hanya sekedar pada umumnya (more than just a library). Selamat berkarya.

Pustaka Unsyiah


25 April, 2016

Pustakawan.... Pustakawan merupakan motor agar perpustakaan dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada penggunanya. Sebisa mungkin perpustakaan yang dikelola menjadi perpustakaan yang lebih dari hanya sekedar perpustakaan pada umumnya (more than just a library).sehingga pasti yang namanya pustakawan adalah orang yang telah memiliki kemampuan atau ahli dalam bidang kepusakawanan. Oleh karena itu, tak perlu di tanyakan lagi mengenai apa yang telah dia lakukan ketika bekerja. 
https://americanlibrariesmagazine.org/wp-content/uploads/2016/01/digital-librarian.jpg
Kok kelihatannya pustakawan hanya duduk di depan komputer lalu internetan? Eh, malah buka media sosial. Apakah kerjaannya hanya internetan saja? 
Wah kalau ada yang sampai berpikiran seperti ini, rasanya kok perlu diberikan sebuah pencerahan kepada orang-orang yang berpikiran seperti itu terhadap pustakawan. Mereka seperti itu karena mereka tidak tahu mengenai pekerjaan apa saja yang sebenarnya dilakukan oleh pustakawan. Ya, mungkin karena kebanyakan dari mereka bahwa tahunya kalau pustakawan ya kerjanya yang tidak jauh-jauh dari yang namanya buku.
Oleh karena itu,pandangan seperti ini harus bisa kita rubah. Bagaimana caranya? Caranya ya lewat menulis,  atau bisa juga dengan promosi kepada mereka tentang apa sebenarnya pustakawan itu. Menulis dapat dilakukan dengan cara yang paling mudah yaitu melalui blog. Kalau memang sudah pandai dalam menulis, dapat menulis di media informasi atau media massa. 
Mengapa lewat menulis? 
Tulisan mampu memberikan pemahaman yang sesuai dengan yang diharapkan oleh penulis. Jadi, orang yang membaca mampu menangkap setiap maksud dan memahaminya sebagai pengetahuan baru bagi mereka. Kalau sudah begitu maka bukan tidak mungkin bahwa orang yang telah membaca itu menjadi orang pertama, berada di depan, untuk membela dan mendukung setiap apa yang dikerjakan oleh pustakawan. 
Marilah bagi semua pustakawan yang ada di negeri tercinta ini untuk rajin menulis. Menulis apa saja yang ada di hati. Usahakan bahwa tulisan tersebut dapat dibaca secara bebas oleh orang lain. Dengan begitu maka sedikit demi sedikit, paradigma yang muncul di masyarakat adalah bahwa pustakawan itu orang yang hebat dan memiliki kompetensi di bidang kepustakawan. 
Untuk tulisan mengenai apa saja sih pekerjaan pustakawan itu? Apa ada hubungannya dengan internet? akan saya bahas di tulisan berikutnya. Semoga bermanfaat.


Pustaka Unsyiah

20 April, 2016

Perpustakaan dipandang sebelah mata oleh masyarakat? apakah iya? Mungkin bisa benar adanya. Hal ini dapat dibuktikan dengan daftar pengunjung perpustakaan setiap harinya. Kasus disekolah saya yang notabene merupakan perpustakaan dengan anggota pelajar. Seharusnya memiliki kunjungan yang banyak. Data pengunjung yang didapat setiap bulannya di perpustakaan tempat saya bekerja adalah seperti gambar berikut.





Kalau di rata-rata setiap harinya dibulan januari ada 598/22= 27 pengunjung siswa. Dapat kita lihat bahwa minat kunjung yang sangat lemah. Untuk rata rata peminjaman adalah 9 kali transaksi tiap harinya.
Dari data tersebut, untuk sekelas pelajar saja, minat kunjung dan minat pinjam siswa masih lemah. Bagaimana dengan perpustakaan umum yang dapat kita lihat bahwa anggotanya adalah masyarakat umum dengan berbagai kesibukan yang bermacam-macam?
Pemikiran saya mengenai hal ini, perlu adanya inovasi agar perpustakaan tidak hanya seperti perpustakaan pada umumnya. Seperti apa itu? Kita bisa berinovasi dari segi pelayanan yang diterapkan di perpustakaan. Salah satu yang menjadi pemikiran saya adalah layanan drive-thru.
Sering mendengar layanan Drive-Thru ketika membeli makanan di McDonalds? Kita tidak perlu untuk turun dari mobil dan memarkirnya hanya untuk membeli makanan di toko tersebut. Kita cukup dengan melewati jalur yang memang telah disiapkan untuk layanan Drive-Thru. untuk proses lebih lengkapnya bisa diklik link ini
Setelah melihat dan memahami cara kerja layanan Drive-Thru di McDonalds, lantas saya memiliki sebuah pemikiran bagaimana kalau layanan ini juga diterapkan pada layanan peminjaman buku di perpustakaan? Apakah bisa dilaksanakan? Saya kira hal tersebut bisa dilaksanakan, hanya saja karena jasa yang diberikan oleh perpustakaan adalah buku yang tentu memiliki judul yang berbeda tidak sama seperti dengan McDonalds yang hanya menjajakan makanan yang hampir sama jenisnya. 
Perlu pemikiran yang lebih mendalam mengenai hal ini, jangan sampai rencana dengan adanya layanan Drive-Thru di perpustakaan untuk mempercepat pelayanan malah menjadi memperlama dan menimbulkan banyak masalah. 
Walau bagaimanapun layanan Drive-Thru di perpustakaan dapat dilaksanakan. Hanya bagaimana pustakawan berani untuk memulai dan mempersiapkan segala sarana dan prasarana untuk mencapai hal tersebut.

Berikut ini adalah makalah yang saya buat dan masih perlu banyak masukan dari berbagai pihak, termasuk pembaca blog ini. Terima kasih



#ditulis untuk lomba blogger Library Fiesta Perpustakaan Unsyiah 2017

Pustaka Unsyiah

11 April, 2016

Mungkin kebanyakan orang menganggap sebelah mata tentang pustakawan. Pustakawan merupakan orang buangan ataupun orang yang tidak memiliki kompetensi yang mumpuni untuk ditempatkan di tempat lain selain di perpustakaan. Kenapa bisa demikian? Pandangan awal yang dapat saya lihat adalah karena (menurut mereka) perpustakaan bisa dikelola oleh siapapun orangnya tanpa memerlukan kecakapan khusus. Pekerjaan pustakawan sama dengan pekerjaan petugas kebersihan yang tentu siapapun bisa melakukannya. 
Padahal ini tidak benar. Lihat saja perpustakaan saat ini, terutama di perpustakaan sekolah. Betapa banyaknya sekolah yang tidak memiliki perpustakaan yang sesuai dengan standar yang telah ditentukan oleh Perpusnas. Perpustakaan seperti benda mati. Petugasnya tidak memiliki semangat dalam memajukan perpustakaan yang hingga pada akhirnya pihak sekolah juga tidak peduli dengan perpustakaan. Barangkali karena ketidak tahuan mereka harus diapakan perpustakaan yang mengakibatkan mereka frustasi dan akhirnya acuh tak acuh dengan pekerjaannya. 
Pandangan seperti inilah yang perlu kita hilangkan! Semangat sebagai pustakawan perlu kita gelorakan! 
Pengalaman saya bekerja, tidak sedikit saya mendapati pandangan orang yang tidak baik terhadap saya. Ya tentunya karena saya kuliah dijurusan perpustakaan. Bisa jadi mereka menganggap apa sih yang bisa saya kerjakan. Perkembangan apa yang nanti akan terjadi setelah saya bekerja di perpustakaan? 
Saya sudah menduga sebelumnya tentang hal ini. Oleh karena itu, tekad dan semangat untuk menunjukkan siapa itu pustakawan sebenarnya.  
Awalnya saya bertekad untuk menjadikan perpustakaan tempat saya bekerja terotomasi. Walaupun sebenarnya pada saat itu perpustakaan belum memiliki komputer yang bisa digunakan untuk menginstall aplikasi. Akhirnya saya merelakan laptop pribadi untuk mendata semua koleksi perpustakaan. Pendataan selesai kurang lebih 10 bulan dan dilanjutkan dengan pemberian label dan barcode. Hingga semua koleksi buku selesai dan siap dilayankan pada tahun ajaran berikutnya. Kira-kira setahun setelah saya masuk kerja.  

Tampilan Otomasi Perpustakaan

Melihat kerja keras saya, ternyata pihak sekolah menghargai kerja saya dan kemudian dibelikan Komputer baru untuk instalasi aplikasi. Saya lanjutkan dengan pendataan anggota dan pembuatan kartu anggota menggunakan Kertas PVC. Belajar terus agar bisa membuat kartu anggota. Peralatan yang apa adanya dimiliki sekolah saya gunakan. Bentuk kartu pun belum bagus seperti wajarnya kartu anggota yang menggunakan kertas PVC. Pemotongan kartu masih menggunakan mesin manual pemotong kertas. Sudut-sudut kartu menjadi tajam. Printer masih menggunakan printer seadanya sehingga kualitas gambar juga seadanya. 
Penambahan fitur peminjaman dengan cara peminjaman mandiri pun saya ajukan. Pengenalan kepada atasan mengenai kelebihan dan kekurangan dilakukan. Akhirnya atasan menyetujui dan melengkapi segala kebutuhan yang diperlukan untuk peminjaman mandiri tersebut.
Melihat keadaan tersebut, atasan memiliki ide-ide yang mendukung apa yang telah saya lakukan. Sarana dan Prasarana dipenuhi dan hingga pada akhirnya saat ini, kartu pelajar dijadikan satu dengan kartu anggota perpustakaan dan dibuat di perpustakaan. Peminjaman mandiri juga dapat diaplikasikan di perpustakaan. 
Beberapa hal tersebut menjadi loncatan yang bagus untuk perpustakaan. Betapa pihak sekolah telah menghargai dan mengerti bahwa pustakawan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kemampuannya mampu mengubah pandangan sebelumnya terhadap pustakawan dan perpustakaan. Kepercayaan mereka terhadap pustakawan meningkatkan semangat mereka untuk turut memajukan perpustakaan. Perbaikan gedung perpustakaan yang awalnya 1 lantai menjadi 2 lantai. Penambahan sarana dan prasarana serta koleksi dilakukan untuk memajukan perpustakaan. 
Jadi pada intinya, sebagai pustakawan kita harus bisa menunjukkan kemampuan kita walaupun dengan segala keterbatasan yang dimiliki. Komunikasi yang baik terhadap atasan perlu dilakukan dan ditingkatkan. Serta pustakawan harus mampu bermimpi dan memiliki semangat untuk mewujudkan mimpi tersebut.
--------------------------------
Pada kesempatan mendatang akan saya ceritakan mengenai keadaan perpustakaan dari segi Sumber Daya Manusia ditempat saya bekerja. Tantangan pustakawan mengahapi SDM di perpustakaan yang ternyata SDM tersebut tidak memiliki kompetensi dalam mengelola perpustakaan. 

04 February, 2016

Apabila ada yang kurang dari tulisan ini, mohon untuk memberikan masukan, agar dapat diperbaiki dan menjadi masukan bagi pustakawan dalam menentukan aplikasi otomasi yang akan digunakan. 
 

01 February, 2016

Kebijakan pengembangan koleksi merupakan suatu hal yang sangat penting sebagai pedoman bagi pustakwan dalam menentukan bahan pustaka yang akan diadakan agar sesuai dengan kebutuhan dari perpustakaan itu sendiri. Kebijakan pengembangan koleksi lebih baik dalam bentuk tertulis agar dapat menjadi acuan dan mampu diperbaiki sesuai dengan perkembangan. Berikut ini adalah contoh yang saya buat hasil tugas akhir semester kuliah. Kebijakan ini juga digunakan di sekolah tempat saya bekerja sekarang, yaitu Perpustakaan SMA Negeri 5 Magelang. Semoga bermanfaat.

KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KOLEKSI: STUDI KOMPARASI ANTARA PERPUSTAKAAN St. JOHN’S UNIVERSITY (SJU) DENGAN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS DI KHYBER PAKHTUNKHWA

Makalah ini disusun guna memenuhi tugas
Mata kuliah: Manajemen Organisasi dan Koleksi Perpustakaan
Dosen Pengampu: Dr. Hj. Sri Rohyanti Zulaikha, M.Si










Disusun Oleh :
                                             Nama           : Suryanto
                                             NIM             : 1520011047


KONSENTRASI  ILMU PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI
PROGRAM STUDI INTERDISCIPLINARY ISLAMIC STUDIES (IIS)
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA

2016

EVALUASI KOLEKSI MENGGUNAKAN METODE CONSPECTUS:
REVIEW TESIS YANG BERJUDUL 
EVALUASI KOLEKSI PADA PUSAT DOKUMENTASI HAK ASASI MANUSIA DI INDONESIA:
PENERAPAN METODE CHECKLIST DAN CONSPECTUS
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas
Mata kuliah: Manajemen Organisasi dan Koleksi Perpustakaan
Dosen Pengampu: Dr. Hj. Sri Rohyanti Zulaikha, M.Si










Disusun Oleh :
                                             Nama           : Suryanto
                                             NIM             : 1520011047


KONSENTRASI  ILMU PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI
PROGRAM STUDI INTERDISCIPLINARY ISLAMIC STUDIES (IIS)
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA

2016




SULISTYO BASUKI DAN PANDANGANNYA MENGENAI DOKUMENTASI

Makalah ini disusun guna memenuhi tugas
Mata kuliah: Manajemen Organisasi dan Koleksi Perpustakaan
Dosen Pengampu: Dra. Labibah, M.LIS



Disusun Oleh :
                                             Nama           : Suryanto
                                             NIM             : 1520011047





KONSENTRASI  ILMU PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI
PROGRAM STUDI INTERDISCIPLINARY ISLAMIC STUDIES (IIS)
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA

2016

12 September, 2015

Di hari yang berharga untuk dunia Perpusakaan, yaitu Hari Kunjung Perpustakaan, Perpustakaan SMA Negeri 5 Magelang mengadakan kegiatan pemberian bingkisan menarik berupa makanan ringan dan pembatas buku. Kegiatan ini di adakan untuk meningkatkan minat kunjung dan baca siswa. Diharapkan setelah kegiatan ini siswa akan lebih terbiasa untuk datang dan meminjam buku di Perpustakaan. Berikut ini adalah pamflet yang kami buat untuk mengumumkan kepada siswa mengenai kegiatan tersebut. 

Untuk hari ini, sampai pukul 12.30 wib, peminjaman buku lebih banyak dari biasa yaitu 41 peminjaman. Semoga dari hal yang kecil ini, kami selaku PUSTAKAWAN ikut andil dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. :-)


Kegiatan masih akan berlanjut pada hari Senin, 14 September 2015. Semoga peminjaman akan melebihi dari hari ini, Sabtu 12 September 2015. Amin


31 July, 2015

Ketika menghidupkan komputer, di ubuntu lampp memang tidak langsung aktif, berbeda dengan di windows. Nah, cara untuk mengaktifkannya adalah dengan mengetikkan "sudo /opt/lampp/lampp start" (tanpa petik) pada terminal.

Namun, hal ini akan sangat merepotkan apabila setiap menyalakan komputer perpustakaan harus aktifasi terlebih dahulu agar aplikasi perpustakaan (SLiMS) dapat berjalan. 
Setelah googling, akhirnya saya menemukan cara agar lampp dapat autostart. Nah, begini caranya.
Ketikan "sudo gedit /etc/rc.local" pada terminal. Seperti gambar berikut.

Maka akan muncul seperti gambar berikut



kemudian ketikan "/opt/lampp/lampp start" di atas "exit 0".
Seperti gambar
kemudian save.
Terima kasih. Semoga Bermanfaat.




12 March, 2015

SMA Negri 5 Magelang kebetulan sedang memantaskan diri untuk mendapatkan sertifikat ISO: 9001:2008. Nah, kami dari pihak perpustakaan diharuskan memiliki Referensi luar untuk pengelolaan perpustakaan.
Perpustakaan SMA Negeri 5 Magelang telah automasi dalam pengelolaannya. Kami menggunakan software SLiMS versi Cendana. Kami bingung untuk mencari Manual Book SLiMS dari Mulai pemasangan sampai ke penggunaannya. Ada tapi kebanyakan masih yang versi matoa. Setelah browsing akhirnya saya menemukan Manual Book untuk yang versi Cendana. Ini dibuat oleh SDC, sehingga saya menggunakannya untuk Referensi Luar. Mohon maaf untuk yang merasa pernah meng-upload Manual Book ini, tapi saya lupa mengunduhnya dari website apa. Semoga yang merasa dapat mengikhlaskan demi kebaikan bersama, :-) Toh, saya juga tidak berniat untuk ke arah komersial kok, hehe.
Berikut kami berikan link nya. Semoga bermanfaat.